Ya Allah, lihatlah aku…
Sedang tidur terlelap, nyenyak sekali.
Sangat sejuk pagi ini,
sehingga tidurku terlalu pulas.
Sampai aku tak bangun menunaikan ibadahku pada-Mu.

Padahal, Engkaulah Ya Waduud, Yang Maha Penyiram Kesejukan…

Ya Allah, lihatlah kamarku…
Penuh debu dan berantakan.
Malas sekali kubersihkan.
“Banyak kerjaan, aku lagi ujian!”
Aku lupa ya Allah,
aku telah mengabaikan-Mu.

Mengabaikan Engkau Yang Maha Bersih…

Ya Allah, lihatlah aku…
Berbicara dengan lantang tentang sikap seseorang yang menyakitiku.
Seakan tak ada kebaikan di hatinya.
Seakan tak ada kata maaf di hatiku.
Dan tak ada kesabaran itu.

Padahal, Engkau Ya Allah, Ya Shobuur, Yang Maha Sabar mendengarku memaki hamba-Mu yang lain.
Engkau juga Ya Afuww, Yang Maha Pemaaf…

Ya Allah, lihatlah aku…
Mengeluh.
Mengeluh.
Mengeluh.
Dengan segala kegundahan hati.
Dengan semua yang tak dapat kuraih.

Aku lupa Ya Allah,
aku masih bernafas.
Jantungku masih berdetak.
Darahku masih mengalir.
Dan organ-organ tubuhku masih berfungsi dengan baik.

Sudahkah aku mengucap syukur hari ini Ya Allah?

Lagi-lagi, aku mengabaikan Engkau Ya Allah.
Allah Ya Syakuur, Yang Maha Mensyukuri…

Dan sekarang, lihatlah aku Ya Allah…
Pantaskah aku menuliskan kata-kata ini?
Aku hanyalah manusia kecil yang penuh kesombongan Ya Allah.
Akulah si manusia sombong itu.

Astagfirullah…

*Ampuni hamba, Ya Ghoffar.
Untuk semua kebodohan ini…